Anak di Belang Diperkosa Paman, Sempat Lapor ke Polsek lalu Dikabarkan Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Polsek Belang

Mitra, aksaranews.com Masyarakat Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulawesi Utara (Sulut) dihebohkan dengan kabar kematian seorang gadis belia NU sebut saja kuntum (10), rabu (03/03/2021) malam.

Informasi kematian kuntum yang menghebohkan masyarakat kecamatan belang disebabkan karena almarhum merupakan korban pemerkosaan yang dilakukan oleh SN alias Sam (59).

Kapolsek Belang Iptu Herry Punuindoong saat ditemui di Polsek Belang menceritakan bahwa, kasus pemerkosaan ini terjadi sekira akhir bulan Januari 2021 disaat orang tua korban sedang berdagang di pasar.

“Memanfaatkan kondisi rumah yang sepi pelaku dengan ancaman memperkosa korban sebanyak dua kali,” kata Iptu Herry Punuindoong kepada wartawan aksaranews.com rabu malam.

Lebih lanjut kata Herry, Kasus perkosaan ini baru terungkap saat Korban menceritakan kejadian yang menimpa dirinya pada orang tua korban pada 23 Februari 2021 lalu.

Kemudian, kuntum ditemani orang tuanya melaporkan kasus perkosaan terhadap dirinya.

Mendapat laporan masyarakat Polsek Belang langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Sam di kediaman rumahnya.

Naas, selang waktu lebih dari seminggu di saat Kepolisian melakukan BAP terhadap tersangka, masyarakat dikejutkan dengan berita meninggalnya kuntum.

Diketahui bahwa kuntum dan pelaku mempunyai hubungan kekeluargaan dimana Ibu Korban merupakan Adik Kandung dari Istri Pelaku.

Sontak kabar kematian kuntum memicu amarah masyarakat yang dengan serta merta langsung berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Belang untuk mendesak Pihak Polsek agar menghukum pelaku sesuai dengan UU Perlindungan Anak yang berlaku dimana korban merupakan anak di bawah umur.

Tim Kepolisian dan TNI memindahkan tersangka ke Mapolres Mitra guna menghindari amukan Massa

Melihat lebih banyak yang mendatangi Mapolsek Belang, Iptu Herry Punuindoong kemudian meminta bantuan Danramil Belang dan Polres Minahasa Tenggara untuk melakukan pengamanan dan “menggeser” pelaku untuk dititipkan di Mapolres Mitra.

Dengan ditutup “kantong kresek” di kepalanya serta dalam pengawasan ketat Anggota Polri dan TNI tersangka kemudian dilarikan ke Mapolres Mitra. Sementara kasusnya tetap ditangani oleh Polsek Belang.

Sementara itu Camat Belang Abdul Karim Pontoh, S.Pd yang turut hadir dalam meredam emosi masyarakat mengatakan selaku kepala pemerintahan yang ada ditingkat kecamatan wajib baginya untuk membuat situasi kamtibmas diwilayahnya tetap kondusif apalagi peristiwa ini sangat menyentuh rasa kemanusiaan.

Disamping itu selaku pemerintah tentunya berkoordinasi dengan Bupati dan Dinas Perlindungan Anak Pemkab Minahasa Tenggara akan terus mengawal proses hukum terhadap pelaku.

Penulis: Zulfan | Editor: Redaksi

Pos terkait