Bahrain Kasuba Sebut Penutupan Tambang Ilegal Kasubibi Sudah Sesuai Aturan

  • Whatsapp

Labuha – Bupati Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, Bahrain Kasuba dituding membohongi masyarakat terkait penutupan tambang ilegal yang ada di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat.

Bupati Bahrain Kasuba menyebut, tudingan tersebut tidak benar serta tidak mendasar, karena penutupan tambang illegal kasubibi sudah sesuai aturan.

Bacaan Lainnya

“Apa yang diberitakan beberapa Media Online yang menyudutkan saya dengan tuduhan telah membohongi rakyat, itu tidak benar serta ingin menghancurkan nama baik saya. sebab Pemerintah Daerah Halsel melakukan penutupan tambang rakyat illegal tersebut  karena telah melanggar Undang-undang,” kata Bahrai Kasuba kepada media ini, Jumat (15/05/2020).

Menurut Bahrain sangat bertentangan dengan undang-undang bilamana dirinya selaku kepala daerah membiarkan masyarakat melalukan aktifitas di tambang yang tidak punya izin atau ilegal dan akan bermasalah dengan hukum di kemudian hari.

“Saya tidak menyangkan peberitaan yang dipublis beberapa teman-teman media sangat politisir, karena keakuratan berita tidaklah benar. Memangnya saya bohongi masyarakat apa? Apakah harus saya korbankan diri saya sebagai Bupati yang kemudian melegalkan barang yang benar-benar ilegal,” ujar Bahrain.

Lanjut Bahrain, langkah yang diambil Pemda Halsel sangat tepat, karena Tambang rakyat di Desa Kusubibi telah menabrak Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 serta Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 tentang pembinaan dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

“Apabila saya terus membiarkan, maka saya akan jadi masalah kalau kemudian hari ada masalah dengan hukum, jadi langkah saya selaku Bupati sangat tepat untuk menutup sementara tambang rakyat illegal tersebut,” tegas Bahrain.

Baca Juga :   Front Pemuda Muslim Maluku Hadiri Rapat Kerja Pra Kongres di Jakarta

Ia juga mengatakan sudah tepat sekali tambang harus ditutup, karena tambang rakyat di Desa Kususbibi benar Ilegal dan memiliki resiko tinggi, sehinga sudah ada yang korban meninggal dunia.

“Saya tutup karena sudah ada korban meninggal dari reruntuhan dalam lubang saat masuk menambang, sehingga ini harus di istirahatkan. Kemudian juga resiko dan bahaya terdampak COVID-19 di area tambang ilegal tersebut karena maraknya orang ke luar masuk,” pungkasnya.

Namun setelah menutupan dan apabila bencana non alam ini sudah hilang Bahrain menambahkan, pihaknya akan membantu untuk melakukan proses perizinan melalui Pemerintah Provinsi karena ini adalah ranah Provinsi.

“Insya Allah kami dari Pemerintah Daeah (Pemda) Halsel akan memfasilitasi  masyarakat Penambang di Desa Kusubibi agar bisa segera diterbitkan izin untuk tambang yang legal sehingga masyarakat bisa menambang dengan baik dan teratur, jadi  kami tidak akan tutup begitu saja akan tetapi ada solusi yang terbaik bagi masyarakat Halsel,” tutupnya.

Reporter: Sadan │ Editor: Redaksi

Pos terkait