Bawaslu Boltim ‘Warning’ Pelanggar Protap Kesehatan Saat Kampanye

  • Whatsapp
Susanto Mamonto

Boltim, Aksaranews.com – Sesuai kewenangan yang diberikan undang-undang mengenai kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan kampanye, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menghentikan dan membubarkan kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran.

Demikian seperti yang disampaikan oleh pimpinan Bawaslu Boltim, Susanto Mamonto bahwa, dalam metode pengawasan kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) dan wakil Bupati tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19, Bawaslu tetap memperhatikan kepatuhan pada protap kesehatan saat kampanye.

Bacaan Lainnya

“Menghentikan dan membubarkan kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran, apabila tidak mematuhi ketentuan yang berkaitan dengan protokol kesehatan,” kata santo belum lama ini.

Bahkan dirinya menegaskan, jika ditemui terdapat pelanggaran pada protap kesehatan saat kampanye, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati bersangkutan.

“Jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam kampanye, maka berdasarkan Pasal 88D PKPU Nomor 13 Tahun 2020, pihak pasangan calon bupati dan wakil bupati terlebih dahulu diberikan sanksi berupa peringatan tertulis oleh Bawaslu saat terjadinya pelanggaran,” tegasnya.

Selain sanksi peringatan dan penghentian serta pembubaran kampanye, menurutnya, pelanggaran protokol kesehatan dalam kampanye juga dapat diikuti dengan sanksi administrasi berupa larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari berdasarkan rekomendasi Bawaslu.

“Bawaslu secara teknis akan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk pengenaan sanksi administrasi atas pelanggaran. Kemudian berdasarkan rekomendasi itu, KPU wajib menindaklanjuti dengan segera menjatuhkan sanksi administrasi,” ujarnya.

Baca Juga :   Maju di Pilbup, Pemkab Boltim Kaji Pengganti Uyun Pangalima Kepala DPMD Boltim

Hal ini tambah Santo, telah disampaikan jauh hari melalui surat himbauan kepada para Paslon dan partai politik serta pihak terkait lainnya sebagai bentuk pencegahan terhadap pelanggaran protap kesehatan dalam pelaksanaan kampanye Pilbup Boltim 2020.

Sementara itu, mengenai penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, dirinya mengungkapkan jika, Bawaslu berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian setempat untuk penanganannya. Terutama terhadap metode kampanye yang mengakibatkan kerumunan dan arak-arakan massa peserta kampanye.

Sekedar diketahui, kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 meliputi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, debat publik atau debat terbuka pasangan calon, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye, penayangan iklan kampanye di media massa cetak, media massa elektronik, media sosial, dan/atau media daring. (*/Red)

Tim Redaksi

Pos terkait