Bimtek eDMC19 dan eHDW Bukti Keseriusan Boltim Lawan Covid 19 dan Stunting

  • Whatsapp

Boltim – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Stunting. Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Desa Melawan Corona Virus Disease 2019 (eDMC19) dan Human Development Worker (eHDW) Oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Kegiatan yang bertempat di Kantor DPMD tersebut bertujuan untuk mendukung Desa menangani penyebaran pandemi Covid-19 dan stunting. Selain itu, sebagai bukti keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya pencegahan, penanganan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PMD Boltim, Uyun Kunaefi Pangalima mengatakan, kedua aplikasi tersebut wajib dimanfaatkan 81 Desa se-Kabupaten Boltim, yang nantinya akan dioperasikan oleh Kader Pembangunan Desa (KPM) dan Operator Desa.

“Untuk mengoperasikan aplikasi ini, harus dari Operator desa dan satu KPM, dan wajib bagi Pemerintah Desa (Pemdes) menganggarkan pembelian smartphone kepada masing-masing pengguna aplikasi,” kata Pangalima saat pelaksanaan Bimtek, Selasa (23/06/2020) siang tadi.

Menurutnya, aplikasi tersebut dapat membantu Pemdes dalam pengumpulan data secara real-time terkait penyebaran Covid-19 dan dampaknya bagi masyarakat. Selain itu, juga memudahkan proses pelaporan atas kondisi Desa secara berkala ke Pemerintah pusat untuk dibuatkan kebijakan terkait pencegahan dan penanganan penyebaran pandemi Covid-19.

“Aplikasi ini bisa mengakses berbagai materi pencegahan Covid-19, kemudian dapat mengirim laporan mingguan dan bulanan melalui aplikasi Desa Lawan Covid-19,” ujar Pangalima sembari menambahkan bahwa, data-data tersebut dapat diakses oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk pengambilan kebijakan terkait pecegahan dan penanganan Covid-19 di daerah.

Baca Juga :   Cegah Covid-19 di Perbatasan, TNI-Polri Lakukan Pemeriksaan Suket Hingga Beri Edukasi Prokes

Disamping itu, Pangalima juga menjelaskan tentang pentingnya pemanfaatan e-HDW terutama pertumbuhan pada anak, yakni untuk memastikan layanan intervensi gizi masyarakat berupa stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

“Pelaporan stunting ini penting bagi setiap Desa, karena dengan pelaporan tersebut maka pencairan Dana Desa bisa terealisasi, namun jika tidak maka akan dipotong Dana Desa tahap berikutnya,” jelas Pangalima.

Sekedar diketahui, hari ini ada dua Kecamatan yang terjadwal untuk mengikuti Bimtek tersebut yakni Kecamatan Kotabunan dan Tutuyan. Sementara untuk Kecamatan Motongkad dan Nuangan sesuai jadwal akan digelar pada Rabu (24/06/2020) besok. Selanjutnya untuk Kecamatan Modayag Bersatu dan Mooat menurut jadwal akan dilaksanakan pada Kamis (25/06/2020).

Peliput : Riswan | Editor : Redaktur

Pos terkait