BTM FIP UNIMA Gelar Webinar Urgensi BST Ditengah Pandemi Covid 19

  • Whatsapp
Tangkapan layar kegiatan Webinar tentang Urgensi BST di tengah pandemi Covid-19.

Tondano, aksaranews.com – Badan Tadzkir Mahasiswa (BTM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Manado (Unima), Selasa (16/02/2020) malam, menggelar Webinar tentang urgensi Program Bantuan Sosial Tunai (BST) ditengah penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dinilai membawa dampak luar biasa terutama dalam ekonomi sosial masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Video Converence (Vicon) tersebut menghadirkan seorang Narasumber yang tak lain adalah Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Penangan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tomohon, Haris Salam, Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Tondano, Rusmin Hasan, Manager Sumber Daya Manusia (SDM) POS Indonesia Cabang Manado, Alif Mabrur, dan Ketua Umum (Ketum) BTM FIP Unima, Ryan Azhari, serta para peserta lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Haris Salam selaku Narasumber mengatakan bahwa, program BST adalah upaya pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi sosial dari pandemi covid-19. Menurutnya, Program tersebut bertujuan untuk memberikan stimulan sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tidak jatuh terlalu jauh.

“Kita berharap dengan adanya program tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat kita,” kata Haris penuh harap.

Hal ini mendapat tanggapan dari Kabid PPD HMI Cabang Tondano, Rusmin Hasan, menurutnya Program BST tersebut patut diapresiasi, akan tetapi pada tataran implementasi, perlu dievaluasi, sebab masih banyak ditemukan masalah. Salah satu hal yang disorot Rusmin adalah soal data penerima yang kadang tidak tepat sasaran, kemudian hal lain, BST ini kadang dipolitisir oleh segelintir oknum untuk kepentingan tertentu.

Sementara itu, Manager SDM POS Indonesia Cabang Manado, Alif Mabrur menjelaskan bahwa, terkait penyaluran BST, pihaknya hanya sebagai juru bayar. Adapun daftar nominative penerima berdasarkan keterangannya, diterima dari Dinas Sosial, akan tetapi ketika tiba proses penyaluran, pihaknya akan melakukan verifikasi yang sangat ketat guna meminimalisir kesalahan penerima.

“Setiap penerima BST kami verifikasi dengan meminta tanda tangan, kemudian kami juga menggunakan tekhnologi face recognition, sehingga seluruh penerima secara otomatis terekam pada web monitoring kami. Semua data penerima terekam secara real di web monitoring kami,” jelas Alif.

Disamping itu, Ketum BTM FIP Unima, Ryan Azhari yang sempat memberikan tanggapan di akhir kegiatan menuturkan jika, Mahasiswa sebagai Social Control, akan terus membangun sinergitas dengan Pemerintah dalam setiap implementasi programnya, selalu hadir memberikan masukan dan pengawasan terutama terhadap program yang berkaitan dengan Bantuan Sosial kepada Masyarakat.

“Kami selaku mahasiswa tentu akan selalu hadir memberikan masukan dan pengawasan kepada pemerintah dalam setiap implementasi progrmannya,” ucap Ryan Azhari.

Penulis: Risal | Editor: Redaksi

Pos terkait