Bupati Ilham Azikin Terbitkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Sholat Id di Bantaeng

  • Whatsapp

Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan melakukan rapat bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Formkompimda) bersama unsur kementrian Agama, Ormas Islam dan pengurus masjid di kabupaten Bantaeng untuk terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 hijriah, Selasa (19/05/2020).

Hasil kesepakatan rapat bahwa masyarakat atau ummat muslim tetap diimbau untuk melaksanakan Shalat Id di rumah masing-masing. Namun demikian jika ummat muslim tetap ingin salat di masjid-masjid, maka harus dipastikan bahwa pengurus masjid dapat melaksanakan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Hal ini juga sesuai surat edaran yang dikeluarkan Bupati Bantaeng pada tanggal 19 Mei 2020, terkait pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Kabupaten Bantaeng dengan pesan protokol kewaspadaan Corona. Surat edaran bernomor 440/322/B.Kesra/V/2020 ini ditandatangani oleh Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin.

Bupati menyampaikan, bahwa himbuan tersebut untuk dapat dijadikan sebagai pegangan dalam pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi COVID-19.

“Ada beberapa poin penting pada surat edaran tersebut diantaranya adalah tetap mengimbau kepada semua masyarakat Bantaeng untuk tetap melaksanakan shalat Id di rumah masing-masing. Hal itu berpedoman pada fatwa MUI no 28 tahun 2020,” ujar Ilham Azikin.

Lebih lanjut kata Ilham, dalam keadaan tertentu bagi kelurahan dan desa terdapat masjid yang akan digunakan untuk pelaksanaan salat Id maka wajib mengikuti ketentuan melalui protokol kesehatan.

Beberapa protokol kesehatan itu di antaranya adalah setiap masjid harus memiliki sarana protokoler kesehatan, seperti penyediaan bilik sterilisasi (bagi yang memiliki), menyiapkan thermogun, dan penyediaan tempat cuci tangan.

Baca Juga :   Pemkab Bantaeng Mulai Salurkan BLT Bagi Warga Terdampak COVID-19

“Masjid yang akan menjadi tempat pelaksanaan salat Id satu hari sebelum dan sesudah salat Id harus dilakukan penyemprotan Disinfektan,” tulis Bupati.

Protokol lain yang disebutkan di dalam surat edaran itu adalah jamaah Shalat Id adalah warga yang berasal dari dusun atau lingkungan setempat. Selain itu, jemaah harus senantiasa memakai masker dan membawa sajadah masing-masing serta wajib mematuhi physical distancing.

“Bagi masyarakat yang rentan berisiko seperti lanjut usia, bayi balita dan ibu hamil serta warga yang memiliki gangguan pernapasan tidak diperkenankan mengikuti Shalat Id,” tambah isi surat edaran itu.

Selain itu, masjid tidak diperkenankan untuk menutup rapat pintu-pintu masjid dan menyalakan AC. Semua masjid diharapkan untuk membuka jendela untuk menjamin sirkulasi udara dalam masjid.

Dalam pelaksanaan Shalat Id kali ini juga dipastikan tidak akan ada sambutan dari Bupati, Camat, ataupun Kepala Desa. Setelah Shalat, warga juga diminta tidak membuat kerumunan dan segera mungkin pulang ke rumah masing-masing.

Sementara, Juru Bicara tim gugus tugas penanganan COVID-19 di Bantaeng, dr Andi Ihsan membenarkan surat edaran itu.

Dirinya menekankan kepada semua warga Bantaeng untuk sebisa mungkin melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing. Menurutnya, salat Id di rumah adalah salah satu upaya paling efektif agar warga Bantaeng dapat terhindar dari bahaya virus Corona.

Dia juga menambahkan, surat edaran ini diberlakukan untuk semua warga yang ada di Bantaeng. Semua warga diharapkan tetap patuh terhadap anjuran ini untuk kebaikan dan kesehatan semua warga Bantaeng.

“Ini semata-mata untuk kebaikan kita semua. Agar kita semua tetap dalam kondisi sehat di masa pandemi ini,” pungkas Andi Ihsan.

Peliput: Ramli │ Editor: Redaksi

Pos terkait