Dana Bantuan Digunakan Untuk Fashion, Bupati Minta Pemerintah Desa Awasi Penyaluran Tahap Dua

  • Whatsapp

Boltim – Bupati Boltim Sehan Salim Landjar S.H, meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk mengawasi para penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Pasalnya, dalam penyaluran kedua bentuk bantuan untuk terdampak Corona Virus Diseases 2019 atau Covid-19 tersebut, dinilai Bupati  dua periode ini tidak tepat sasaran pengunaannya.

Bacaan Lainnya

Banyak dari para warga yang telah menerima BST Kemensos serta BLT Dana Desa tersebut malah asik belanja kebutuhan fashion bukan untuk membeli bahan pangan.

Sementara bantuan yang diberikan pemerintah ini, semata-semata untuk membantu kebutuhan pangan warga semasa pembatasan aktifitas warga demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal ini ditegaskan Bupati dalam setiap kesempatan baik saat rapat penekanan peran Pemdes yang dilaksakan dikantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah beberapa waktu lalu maupun usai melakukan gerakan menanam SKPD di halaman kantor Dinas Pertanian.

“Saya minta kepada pemerintah desa agar mengawal langsung penyaluran BLT dana desa dan BST kemensos, juga kepada para Sangadi agar mengarahkan masyarakat yang telah menerima bantuan untuk membeli bahan pangan,” tegas Sehan Landjar.

Sehan mengungkapkan, pada penyaluran tahap pertama, dirinya mendapati bantuan tunai yang disalurkan kepada masyarakat justru digunakan untuk membeli handphone, pakaian serta mewarnai rambutnya.

“Pada penyaluran tahap pertama, yang saya dapati, bantuan tunai yang disalurkan ke Masyarakat malah digunakan untuk membeli Handphone baru, Pakaian baru, ada yang pergi ke shalon untuk rebonding rambut juga ada yang mengunakan bantuan tunai ini untuk mewarnai rambut (Pirang), sedangkan keluhan mereka ialah kekurangan bahan pangan karena tidak bisa keluar untuk mencari nafkah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bantuan Sembako di Desa Togid Disalurkan Dengan Cara Door To Door

Menurut eang sapaan akrba Sehan Landjar, bahwa penyaluran bantuan tunai oleh Kementerian maupun Pemerintah Desa sudah tepat sasaran, hanya saja pengunaannya yang belum tepat sasaran.

“Bantuan yang telah disalurkan itu, nyatanya telah tepat sasaran, melainkan penggunaanya saja yang tidak tepat sasaran,” beber Sehan Landjar.

Sehingga dalam penyaluran tahap dua, Bupati menegaskan untuk mengawasi warga penerima bantuan bilamana yang tidak langsung membeli bahan pangan maka akan ditarik kembali bantuan tersebut.

Peliput: Fichi │ Editor: Redaksi

Pos terkait