Guru Kontrak dan Operator Siap Masuk Sekolah

  • Whatsapp

AKSARA, Boltim – Tinggal menunggu penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Bolaang Mongondow Timur(Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sehan Salim Landjar, ratusan tenaga Guru Kontrak dan Operator siap masuk sekolah.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim, Yusri Damopolii saat menggelar pertemuan dengan tenaga guru kontrak dan Operator pada, Selasa (14/07/2020) hari ini bahwa, pihaknya tinggal menunggu penyerahan langsung oleh Bupati. Sebab SK tersebut sudah ditanda tangani.

Bacaan Lainnya

“Belum ditetapkan kapan waktu penyerahan SK karena Bupati masih berada di luar Daerah. Tapi, pastinya dalam waktu dekat ini. Sebab SK sudah ditanda tangani. Yang perlu disampaikan kepada tenaga guru kontrak dan Operator adalah lokasi penempatan nantinya jika sudah ada SK,” jelas Yusri saat menyampaikan arahan pada pertemuan tersebut.

Lebih lanjut ia terangkan, penempatan tenaga guru kontrak dan operator sekolah akan dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga pendidik di setiap Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan ketenagaan guru dan pendidikan, Hodong Kobandaha punya penjelasan serupa dengan Kadis Dikbud Boltim, dimana dalam penempatan ratusan guru kontrak dan operator tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

“Pertama dilihat dari alamat tempat tinggal guru atau operator bersangkutan. Selanjutnya, keadaan sekolah. Nah, sekolah yang besar tentu membutuhkan sampai tiga orang operator. Nanti akan disesuaikan. Semua membutuhkan pertimbangan,” jelas Hodong.

Baca Juga :   BST Tahap Tiga Bakal Disalurkan Pertengahan Bulan Ini

Menurut Hodong, dengan telah ditanda tanganinya SK ratusan tenaga guru kontrak dan operator tersebut, maka pekan depan sudah bisa masuk sekolah. Dia juga merinci jumlah tenaga kontrak yang nantikan akan disebar di 82 Sekolah SD dan SMP yang ada.

“Pekan depan sudah bisa masuk. Untuk Jumlah keseluruhan tenaga kontrak sebanyak 440 orang. Mereka akan disebar di 59 Sekolah Dasar dan 23 Sekolah Menengah. Untuk kuota SD sebanyak 156 guru, SMP sebanyak 171 guru dan Operator untuk SD dan SMP sebanyak 113 orang,” bebernya.

Adapun soal gaji, Hodong menyebutkan jika, besarannya berbeda, dimana besaran gaji untuk guru SD sekisar 1,2 juta, guru SMP sekisar 1,4 juta dan dan Operator Sekolah sekisar 750 ribu.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait