Imbas COVID-19, Efektifkah Belajar dari Rumah

  • Whatsapp

Bantaeng – Mengantisipasi dan mencegah penyebaran Corona virus Diseases 2019 (Covid-19) yang kian masif di Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan menerbitkan Surat Edaran Nomor 443.2/2181/DISDIK tentang perpanjangan masa belajar di rumah pada Satuan Pendidikan SMA/MA, SMP/MTsN, SD/MI sederajat dan SLB Negeri dan Swasta se Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka pasien yang terpapar Corona atau COVID-19. Beberapa orang yang dinyatakan positif Corona di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Salah satu pelajar bernama Isna, asal Kelurahan Nipa-nipa, Kecematan Pajujukang Kabupaten Bantaeng, semestinya sudah memulai tahap semester selanjutnya pada tahun 2020 di sekolahnya SMAN 3 Bantaeng.

Namun semua batal karena sekolah libur, lewat surat edaran, memutuskan para siswa untuk belajar dari rumah.

Orang tua Isna, A Nur lela mengatakan, kebijakan ini membuatnya tenang. Dirinya pun bisa melihat anaknya di rumah.

Nur Lela sempat sulit mencari masker dan cairan pembersih tangan di bantaeng sejak awal Maret. Dua benda tersebut saat ini sering digunakan untuk mencegah terdampak Corona bila seandainya anaknya tetap bersekolah.

Belajar di rumah pun ada dampak negatifnya. Meski meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19, belajar di rumah hanya memaksimalkan teknologi, tidak begitu efektif karena guru hanya memberikan tugas secara online.

Kata dia, komunikasi yang dipakai juga hanya satu arah. Para guru memberikan tugas lalu dikirimkan dalam bentuk file Microsoft Word lewat pesan WhatsApp. Selain itu, ada juga soal melalui Google Class Room.

Adapun Sul-Sel bukan satu-satunya provinsi Sulawesi Selatan yang menerapkan sistem belajar di rumah. Imbauan belajar di rumah juga diterapkan oleh Gubernur di beberapa Provinsi, maupun Bupati dan Walikota di beberapa daerah. (tr/01)

Baca Juga :   Aksi Kemanusiaan Polri Peduli COVID-19 Polres Bantaeng Salurkan 10 Ton Beras

Pos terkait