Kemelut Penyaluran Bantuan Pokok Tahap Dua, Penerima Berkurang Hingga Data Desa yang Belum Valid

  • Whatsapp

Boltim – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan validasi data terkait persiapan penyaluran bahan pokok tahap dua bagi masyarakat yang terdampak akibat pembatasan aktifitas dan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Boltim.

Hal ini dikarenakan, penyaluran bantuan pokok tahap dua tidak lagi memakai data tahap pertama yang total penerima sebanyak 21.613 kepala keluarga.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kissman Mamonto mengatakan, penyaluran bahan pokok berupa beras, minyak goreng, gula pasir dan ikan kaleng hanya diberikan kepada warga yang belum menerima bantuan dari kementerian atau lainnya.

“Bantuan lainnya seperti bantuan langsung tunai dari Dana Desa, bantuan sosial tunai dari Kemensos dan Jaminan Hari Tua tidak lagi menerima bantuan bahan pokok,” ujar Kisman Mamonto, Senin (22/06/2020).

Kissman meminta kepada Pemerintah Desa agar berhati-hati memasukkan data baru, jangan sampai yang bersangkutan double menerima bantuan tersebut.

Lebih lanjut Kissman menjelaskan, total penerima bantuan BLT, BST dan JHT berjumlah sekira 10.370 penerima, sehingga jika dikurangi dengan penerima tahap pertama sebanyak 21.613 maka untuk tahap dua jumlah penerima harusnya jadi 11.243 kepala keluarga.

“Jika ada data penerima di setiap Desa pada tahap dua ini bertambah jumlah penerimanya, maka harus dipertanyakan data dari Desa tersebut. Sebab, bantuan tahap dua ini bukan bertambah melainkan berkurang, karena sudah ada yang menerima bantuan dari kementerian,” kata Kissman.

Kissman pun menegaskan kepada Pemerintah Desa, agar cermat melakukan validasi data, sebab sudah ada temuan di salah satu Desa, dimana orang yang sudah meninggal masuk dalam data penerima bahan pokok.

Baca Juga :   Polres Botim Gelar Operasi Patuh Samrat 2020

“Jadi kita tidak mau ambil resiko, Pemerintah Desa jangan main – main soal data, masukkan data yang valid, jangan yang sudah meninggal duina lalu dimasukkan, kami temui data itu di salah satu desa,” tegasnya.

Kendati demikian Kissman menambahkan, standar bahan pokok menurut informasi yang berhasil dirangkum Media ini, akan mengalami kenaikan. Awalnya standar per Kepala Keluarga (KK) itu hanya menerima sebanyak 15 Kilogram (Kg) Beras, di tahap dua ini naik menjadi 20 Kg per KK, begitu juga bahan lainnya, dan akumulasi di hitung 5 kg setiap anggota KK.

Adapun saat ini, stok bahan pook yang tersedia di gudang penyimpanan Balai Pertemuan Umum (BPU) Tutuyan, berupa Beras sebanyak 115 Ton, Gula pasir sebanyak 15.000 Kilogram, Minyak goreng sebanyak 18.600 liter, dan ikan kaleng sebanyak 17.440 buah.

Bantuan tersebut diperuntukkan kepada warga yang terdampak Covid 19 akibat pembatasan aktivitas yang berlangsung selama 3 bulan yakni, April, Mei, dan Juni.

Pewarta: Fichi | Editor: Redaksi

Pos terkait