KKP Tangkap Tiga Pelaku Penangkap Ikan Menggunakan Bom di Boltim

  • Whatsapp

Bolmong Timur – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap tiga pelaku pengeboman ikan (destructive fishing) di wilayah perairan sebelah Timur Pulau Kumeke, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Kamis 30 April 2020.

Hal ini menyusul adanya laporan yang bahwa adanya kegiatan destructive fishing masih marak di beberapa tempat termasuk di Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

“Penangkapan ikan menggunakan bom tetap tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun karena selain sangat merusak sumber daya ikan dan lingkungannya perilaku ini juga sudah sangat sering mencelakai pelakunya sendiri,” ujar Direktur Jenderal PSDKP, Tb Haeru Rahayu mengawali keterangannya terkait penangkapan tiga pelaku pengeboman ikan tersebut.

Lebih lanjut Haeru Tahayu menjelaskan bahwa ketiga nelayan tersebut diamankan oleh Polsus PWP3K dan Pengawas Perikanan yang didukung oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 02 pada posisi koordinat 00°48.350’ LU dan 124°41.200’ BT.

Turut pula diamankan beberapa barang bukti diantaranya ikan hasil pengeboman, dua botol bom ikan, perahu motor tempel, kompresor, kaca mata selam dan satu unit jaring. Haeru Tahayu mengindikasikan upaya para pelaku untuk mengelabui para petugas.

Haeru Tahayu memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KKP tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku pengeboman ikan ini.

“Kami tegaskan kembali bahwa sesuai arahan Pak Menteri kami akan tindak tegas para pelaku illegal fishing dan destructive fishing meskipun di masa tanggap darurat COVID-19 ini,” ujar Haeru Tahayu mengakhiri keterangannya.

Baca Juga :   Pengumuman Pengawas TPS Terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2020

Penangkapan pelaku pengeboman ikan di Sulawesi Utara ini menambah panjang daftar pelaku destructive fishing yang diamankan dan diproses hukum oleh Ditjen PSDKP-KKP.

Selama dua bulan terakhir, 29 orang pelaku destructive fishing di 5 lokasi terpisah di Indonesia yaitu di Tojo Una una – Sulawesi Tengah, Halmahera- Maluku Utara, Flores Timur – Nusa Tenggara Timur, Sumbawa – Nusa Tenggara Barat yang merupakan kerjasama antara Ditjen PSDKP, DKP Pemerintah Provinsi, TNI-AL dan Polri termasuk yang terakhir diringkus oleh Ditjen PSDKP di Sulawesi Utara.

Para pelaku destructive fishing tersebut menggunakan berbagai cara yang dilarang diantaranya menggunakan setrum, racun sianida, dan bom untuk melakukan penangkapan ikan. (*)

Peliput: – | Editor: Redaksi

Pos terkait