Lakukan Rapat Evaluasi, Dinsos Boltim Temukan Penerima BST double dengan BLT

  • Whatsapp

Boltim – Dinas sosial (Dinsos) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan rapat evaluasi terkait Bantuan Sosial Tunai di wilayah Kabupaten Boltim, Selasa (02/06/2020).

Rapat evaluasi tersebut membahas terkait penyaluran BST tahap pertama, hingga persiapan penyaluran BST tahap kedua dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinsos Boltim Slamet Riyadi Umbola mengatakan, telah meminta laporan dari pihak kantor Pos cabang Kotamobagu tentang berapa banyak jumlah yang sudah tersalur maupun yang belum.

Slamet juga melayangkan pertanyaan terkait alasan pihak PT.Pos cabang Kotamobagu yang belum menyalurkan BST tahap pertama.

“Saya telah meminta laporan ke pihak kantor pos, berapa yang sudah tersalur maupun yang belum tersalur, terus kenapa dan bagaimana sampai belum tersalur dan apa alasannya,” ucap Slamet Umbola.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan terkait penyaluran BST yang terkonfirmasi baru 90% penyalurannya dan alasan mengapa BST yang masih menyisahkan 10% masyarakat yang belum menerima.

Alasan tersebut kata Umbola, terdapat ada penerima BST yang juga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa serta ada keluarga penerima manfaat yang tidak berada di tempat.

“Ada berbagai macam alasan, yang pertama adalah double dengan BLT desa, yang kedua orangnya tidak berada di tempat, mungkin di kebun atau keluar kota. Yang pastinya tidak berada di tempat,” kata Slamet.

Meski begitu, KPM yang tersisa sebanyak 10% itu akan tetap disalurkan pada tahap kedua pada bulan ini.

“Yang belum terbayarkan, maka akan kami bayarkan pada penyaluran tahap ke dua, bagaimanapun itu haru tetap dibayarkan,” tambah mantan Kabag Humas ini.

Baca Juga :   Bupati Boltim Minta Sangadi Beri BLT Bagi Warga Boltim di Perantauan

Ia pun meminta, penyaluran tahap dua ini akan lebih hati-hati dan perlu diperhatikan bersama mana KPM yang memang benar-benar berhak menerima BST dari Kementerian Sosial ini.

“Sebenarnya yang paling penting itu adalah mereka yang benar-benar memiliki hak, karena demikianlah yang bapak Bupati inginkan. Kalau pun kita memiliki kelebihan kuota atau jumlah penerima, maka kita pula harus cerdas, mungkin kelebihan dari kuota ini bisa kita gunakan untuk selanjutnya,” pungkas Slamet Umbola.

Peliput: Fichi │ Editor: Redaksi

Pos terkait