Laporan di MK Terus Berproses, KPU dan Bawaslu siap Hadapi dan kawal Gugatan, Manado dan Boltim Berpeluang PSU?

  • Whatsapp

Manado, aksaranews.com — Proses pemilihan kepala daerah tahun 2020 khusus provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya bermuara di Mahkamah Konstitusi.

Hal ini terbukti lewat gugatan yang dilakukan oleh pemohon: Suhendro Baroma dan Rusdi Gumalagit (Paslon nomor urut 3) dengan termohon KPU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, permohonan ini diajukan pada Senin, 21 Desember 2020, No. AP3: 114/PAN.MK/AP3/12/2020 PHP Bolaang Mongondow Timur Tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Pemohon yang kedua: Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Harley Alfredo Benfica Mangindaan (Paslon nomor urut 4), dengan termohon KPU Kota Manado, diajukan Senin 21 Desember 2020, No. AP3:117/PAN.MK/AP3/12/2020, termohon KPU Kota Manado tahun 2020.

Pemohon yang ketiga: Amelia Ramadhan Sehan Landjar dan Uyun Kunaefi Panglima (Paslon nomor urut 1), diajukan Senin, 21 Desember 2020, No. AP3: 122/PAN.MK/12/2020, dengan termohon KPU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Terkait jadwal pelaksanaan sidang di Mahkamah Konstitusi, koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, Meidy Tinangon, S.si, M.Si mengatakan, masih menunggu proses registrasi dari Mahkamah Konstitusi yang sesuai jadwal dalam pencatatan buku registrasi perkara MK, jatuh pada tanggal 18 Januari 2020.

Ditambahkan Tinangon, sejak Jumat hingga Senin (8-11/2021) telah melakukan rakor dengan KPU Boltim dan KPU Kota Manado terkait laporan yang dilayangkan Paslon ke Mahkamah Konstitusi.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi sejak Jumat 8/01/2021sampai dengan Senin 11/01/2021 dengan KPU Boltim dan KPU kota Manado sehubungan dengan laporan yang telah dilayangkan masing-masing pasangan calon ke MK dan sesuai jadwal registrasi di MK maka sidang akan dilaksanakan pada Senin, 18/01/2021,” terang mantan ketua KPU Minahasa ini.

Baca Juga :   Lakukan Fungsi Pengawasan, Kumendong Turun Langsung Pantau Pendistribusian Bansos Tahap III

Dilain pihak, koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan informasi Bawaslu Sulut, Supriadi Pangellu SH MH mengatakan, pihaknya (Bawaslu) siap mengawal serta menghadapi gugatan dan dalam persiapan untuk memberikan keterangan di Mahkamah Konsitusi. Keterangan yang nantinya diberikan adalah keterangan yang berdasarkan fakta yang ada di lapangan selama tahapan pilkada.

“Bawaslu Sulut saat ini siap menghadapi dan mengawal gugatan yang ada, dan kami dalam persiapan untuk memberikan keterangan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan selama proses tahapan pilkada dan kedudukan Bawaslu dalam memberikan keterangan tidak berkolaborasi ataupun berafiliasi dengan pihak manapun,” tukas Pangellu.

Dihubungi terpisah, tim kuasa hukum JPAR-Ai, Percy Lontoh, SH ketika ditanya mengenai peluang pemilihan suara ulang (PSU) untuk Pilwalkot Manado mengatakan, pihaknya berharap gugatan yang sudah dilayangkan dapat diterima oleh MK dan diberikan kesempatan untuk membuktikan poin-poin gugatan yang sudah diajukan sehingga demokrasi tetap berada pada koridor yang sebenarnya dan proses yang dijalankan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tentunya kami berharap Mahkamah Konstitusi dapat menerima dan mempertimbangkan poin-poin gugatan yang sudah kami layangkan sehingga proses pembuktian dapat berlanjut dan demokrasi senantiasa berada pada koridor yang sebenarnya, sehingga proses yang ada berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.” Terang Percy.

Ditambahkannya, pihak JPAR-Ai tidak mempersoalkan siapa pemenang dalam pilwalkot kali ini, tapi proses demokrasi yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan sehingga pihaknya merasa perlu meluruskan proses yang ada lewat Mahkamah Konstitusi.

“Perlu saya tegaskan bahwa, Pihak JPAR-Ai tidak mempersoalkan siapa pemenang pilwako kali ini, tapi proses yang dijalani membuat kami perlu melangkah untuk memperoleh keadilan lewat Mahkamah Konstitusi,”. Tutup Lontoh

Pewarta: Charly | Editor: Redaksi

Pos terkait