Mahasiswa Makassar Minta Pemerintah Pikirkan Dampak PSBB

  • Whatsapp

Makassar – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah menyetui pengajuan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak tanggal 16 April 2020.

Persetujuan PSBB di Kota Makassar dibuktikan dengan keluarnya SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/257/2020, tentang penetapan PSBB di wilayah Kota Makassar, sebagai bentuk percepatan penanggulangan COVID-19.

Dengan adanya tersebut, Ketua Umum Organisasi Front Gerakan Mahasiswa Ekonomi Study Club (FORGAME SC) Achmad Dizza Yusran menanggapi pemberlakuan PSBB di Kota Makassar.

Menurutnya, Pemerintah harus terlebih dahulu memperhatikan dampak PSBB Sebelum diberlakukan, begitu juga dengan proses sosialisasinya ke masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi untuk memerhatikan dampak dari pemberlakuan PSBB terhadap masyarakat, pemberlakuan PSBB di Kota Makassar sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, terutama pada Masyarakat Menengah Kebawah,” ujar Achmad Dizza Yusran.

Kata Achmad, pihaknya sepakat dengan diberlakukannya PSBB sebagai percepatan penanggulangan COVID-19, akan tetapi pihak pemerintah juga dapat menghadirkan solusi atas dampak diberlakukannya PSBB di Kota Makassar.

PSBB tentunya akan mempengaruhi pendapatan masyarakat menengah kebawah, dan pekerja yang dirumahkan, apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan kebutuhan masyarakat tentunya meningkat

"Jika betul PSBB akan diberlakukan pada awal ramdhan, kami berharap agar pemerintah mempersiapkan Bahan Pangan secara cepat dan terukur, agar masyarakat tak kesulitan dalam mendapatkan bahan pangan, serta bagaimana pemerintah menjelaskan metode pemberian bahan pangan secara bertahap kepada masyrakat, dan langkah ini menjadi solusi tepat dalam mengantisipasi kelangkahan kebutuhan pokok masyarakat," harap Achmad Dizza Yusran.

Penulis: Andi Istamuddin Nur
Editor: Riswan Hulalata
Baca Juga :   Serius Tangani Covid-19, Doni Monardo Apresiasi Polda Sulsel

Pos terkait