Mengungkap Tabir Misteri Dua Kuburan di Samping Kubur Datu Loloda Mokoagow/Datu Binangkang

  • Whatsapp
Wali Kota Kotamobagu bersama Sumitro Tegela mengunjungi kuburan Datu' Loloda Mokoagow/Datu Binangkang

Oleh: Sumitro Tegela

Pemerhati Sejarah Bolaang Mongondow Raya, Provinsi Sulawesi Utara

Bacaan Lainnya

Historia — Pada tahun 1867 ada 2 orang peneliti Belanda yang diutus ke Bolaang Mongondow yaitu wilken dan Swartz. Sebelumnya kedua orang ini dianggap sebagai Misionaris tetapi dalam laporan lengkapnya adalah penelitian, ini guna mempelajari kultur, sosial, sejarah budaya, adat, agama, pemerintahan, potensi ekonomi, politik, militer, bahkan sensus penduduk Bolaang Mongondow di masa itu. Hindia Belanda harus mempunyai Data lengkap menyangkut situasi Bolaang mongondow.

Dalam laporan ini juga dicatat tentang Kubur Datu Binangkang atau Datu Loloda Mokoagow :

“Kobo Ketjil 29 Rumah, Poyowa besar atau Poyowa Dindingan 45 rumah tabang 38 rumah di antara 2 negeri ini terdapat Kuburan Datu Binangkang yang terdiri dari gundukan batu batu, Dalam riwayatnya Kuburan ini di metsel/di buat oleh minahasa yang datang dari manado, sebagai bukti kesetiaan kepada sang Pangeran Bolaang Mongondow.”

Di samping Kubur Datu Binangkang terdapat 2 Peti mati masing masing sekitar 3 kaki berisi sisa sisa fisik (mungkin tulang belulang) Putri/Boki Bonia dan Putri/Boki Buwako dapat dipertahankan selama beberapa ratus tahun, diriwayatkan bahwa peti mati dibuat di siau dan penutup petinya di buat di Buol.

Saat ini peti sudah lapuk sehingga dapat dilihat tengkorak kepala dan kaki, ada sabuwa yang di tempati penjaga makam.

Dalam Laporan ini wilken dan Swarzh masih bisa menyaksikan tulang dan tengkorak dari 2 Boki yang di isi dalam peti mati, menandakan 2 Boki ini masih menggunakan teknik pemakaman kuno atau di mumi dalam budaya mongondow kuno dikenal “Kansilon, Kansil, Kinansil” dimana peti masih diletakan atau dibuat semacam tiang penyangga.

Baca Juga :   Foto Datu Loloda Mocoago, King Boulan Magondo Bersama Anak Loury/Luri

Loloda Mokoagow/Datu Binangkang sudah di kubur dalam proses penguburan cara Islam, karena memang beliau dalam arsip telah memeluk Islam, gelar Datu yang di sematkan kepada Beliau diberikan Oleh 2 pemimpin Islam Maiz Abbas dan Jamaludin Al Husaini, saat Datu Loloda Mokoagow dapat menaklukan Raja Portugis Raja Pelipe 2 dan mengusir Portugis dari kawasan maluku besar.

Sultan Baabulah juga memberi gelar, maka kata Loloda yang beliau gunakan bisa jadi gelar yang diberikan oleh Sultan Baabulah saat 2 pemimpin besar ini bersatu dan mampu mengusir portugis. Maka Muncullah Nama Datu Loloda Mokoagow.

Boki Bonia dan Boki Buwako yang berada di samping makam Datu Binangkang, dalam catatan Slakbom atau Garis keturunan Mokodoludut atau dikenal Ki Punu Gumolung memiliki 2 istri Boki Boniya dan Boki Kalamona daripadanya mendapat 5 anak yaitu: Golonggom, Ginupit, Pondadat, Ginsapondo, Yayubangkai.

Boki Buwako melalui Slakbom ditemukan bahwa Boki Buwako adalah anak dari Raja Manoppo atau Jacobus manoppo merupakan anak dari dari Datu Binangkang dan Boki Malo’o anak putri walak Bantik.

Raja Jacobus manoppo dan Boki andayo dari Bolaang menikah mendapat 2 anak yaitu Boki Buwako dan Makalalag, Sehingga posisi Boki Buwako dan Makalalag adalah Cucu kandung dari Datu Binangkang.

Kesimpulan dari 2 kubur yang berada di samping Kubur datu Binangkang yang selama ini menjadi misteri dapat dilacak melalui temuan data penting bahwa kubur yang satunya adalah nenek buyutnya atau leluhurnya Datu Binangkang Boki Boniya, dan kubur yang satunya adalah Cucunya Boki Buwako mengenai posisi yang pasti antara 2 kubur ini belum dipastikan di posisi mana Boki Boniaya dan Boki Buwako.

Tapi dalam laporan dicatat bahwa di antara 2 tengkorak dapat dibedakan, Tengkorak yang besar dipastikan Boki Boniya dan tengkorak yang sedang adalah Boki Buwako, Jarak Tahun antara Boki Boniya dan Datu Binangkang adalah sekitar 8 generasi atau hampir sekitar 1000 tahun atau lebih.

Baca Juga :   Kіѕаh Mеndur Bersaudara, Dua Fоtоgrаfеr Proklamasi Kеmеrdеkааn Indоnеѕіа

Sumber Olahan :
– Bijdragen tot de kennis der zending en der taal land en volkenkunde van Nederlandse lndië,Bolaang Mongondou, Loloda Mocoago Hal : 242.

Pos terkait