Merawat ingatan dalam forum diskusi Atoga

  • Whatsapp
Merawat ingatan dalam forum diskusi Atoga
Foto bersama pemuda Atoga usai menggelar Forum Diskusi Atoga

Apakah FDA itu Teroris? bukan, bukan! FDA itu…

‌Saya bingung mau memulai dari mana? tapi akan saya coba dari sini saja.

Bacaan Lainnya

Perubahan kecil maupun besar selalu menimbulkan efek stres pada pikiran kita. Bahkan di abad ke-21 ini dunia telah menghasilkan epidemi stres global dan galau seantero dunia. Bahkan memakan sebagian aktivitas kita, maka dari itu ayo berbenah, seperti FDA.

Ketika mendengar nama FDA apa yang terlintas dibenak kalian? yaa, Food and Drug Administration. atau yang biasa kita kenal sebagai Lembaga Pengawas Obat dan Makanan di Amerika. Singkatnya seperti itu.

Tetapi FDA kali ini jauh lebih dari itu. Meski tidak mengawasi obat dan makanan, tapi mereka merawat ingatan, memelihara kenangan, dan memperkecil barisan kebodohan.

FDA adalah singkatan dari “Forum Diskusi Atoga” yang berada di Desa Atoga Tengah. Didirikan pada tangal 11 Februari 2021 dengan anggota sebanyak tujuh orang anak muda yang mempunyai misi yang sama dan visi yang tajam. serta dua orang bisa dikatakan sebagai pembimbing.

Dua minggu lalu saya diajak oleh salah satu teman dari Forum itu untuk mengisi beberapa agenda yang sudah mereka konsepkan. Saya tertarik, karena rasa ingin tau dan penasaran yang dalam, saya mengiyakan ajakan teman. Sekalian berjejaring dan mempererat tali silaturahmi sesama anak daerah.

Setelah menungu beberapa hari, waktu penasaran itu telah di depan mata. Saya dan beberapa kawan berangkat dari Desa Tutuyan menuju lokasi kegiatan, melewati beberapa desa tetangga dan akhirnya kamipun sampai.

Kami disambut gembira oleh kawan-kawan FDA. Jika dibandingkan secara usia bisa dibilang mereka masih terlalu muda dibandingkan saya dan beberapa kawan. tapi itu bukan masalah, kita sama-sama tau, bahwa umur bukanlah tolak ukur untuk membangun suatu peradaban baru di tengah-tengah pandemi yang mengegerkan banyak kepala anak muda.

Di halaman rumah berukuran 12×8, kursi plastik berwarna hijau yang sudah tertata rapi, tanaman bunga yang menghiasi suasan malam, serta kopi hangat yang telah disuguhkan kepada kami, membuat perjalanan semakin hangat, bahkan sempat panas. Kami memulai perjalanan. berpetualang jauh kedalam batas pemikiran kami. Mendegarkan lantunan Puisi yang di kumandangkan oleh Pak Masdar Paputungan membuat kami lebih semangat.

Setelah kegiatan berakhir, saya dan kawan-kawam ditawari makan bersama. kami sempat menolak, tapi kalau dipikir-pikir tidak bagus menolak rejeki, apalagi di Atoga terkenal dengan suhu yang teramat dingin. perut jadi gemetaran. kalau AC ada dinomor 16°. itupun kurang.

Di depan meja makan, kami berdiskusi dengan beberapa pemuda dari Desa Togid. Ada kak Ipul, Eko, Edo, dan beberapa kawan lain dari Forum itu. Salah satunya Rian san Yana. Anggota aktif di FDA. mereka berdualah yang menghubungi saya.

Teman saya Wahyu dan Iqbal bertanya “Kenapa tertarik membuat Forum seperti ini dek” bukanya forum-forum semacam ini sudah ada, bahkan banyak. Rian dan Yana menjawab pertanyan itu dengan kalimat begini “Kami itu ingin ada perubahan di pemuda desa dengan cara membuat diskusi. Tapi dengan ciri khas yang berbeda. walaupun kami anak Desa tapi tidak bisa di anggap remeh oleh orang luar. Dan kami merangkul siapa saja yang mau ikut dengan kami”.

Pada hakikatnya, segala sesuatu  berawal dari kesadaran dan kegelisahan. Berangkat dari keresahan yang sama, tujuh orang anak muda bisa membuat gempar hampir seantero desa Atoga. atau kalau ini bisa bertahan sampai beberapa tahun kedepan, bisa-bisa Boltim secara umum akan dibuat gempar pula.

Bagi saya FDA bukan hanya teman biasa, melainkan keluarga. bagi saya, menganggap remeh anak desa itu seperti meremehkan Tuhan.

Penulis: Febriansya Korompot

Pos terkait