Pembangunan Masjid 99 Kubah di Makassar Segera Dilanjutkan

  • Whatsapp

Makassar – Pembangunan masjid 99 kubah di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar yang sempat terhenti sejak peralihan kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya akan kembali dilanjutkan.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan, pembangunan Masjid yang digadang-gadang akan menjadi icon baru Provinsi Sulsel ini, sempat terhenti karena ada beberapa hal yang terlebih dahulu harus dilakukan, untuk memastikan bahwa bangunan atau proyek tersebut benar-benar memenuhi standar sebelum pembangunannya dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

“Mohon dipahami, kalau anda sebagai pemimpin, kan tidak mungkin langsung melanjutkan. Kita Mutual Check Nol (MC0) dan audit fisik dulu, supaya kita tidak tersangkut,” ujar Nurdin Abdullah, Selasa (02/6/2020).

“Jadi sekarang MC0-nya sudah jalan, dan saya juga pengen shalat disitu. Selesai audit fisik dan MC0-nya, kita siapin anggarannya untuk kelanjutan pembangunan. Kita hitung dulu berdasarkan hasil audit fisik dan MC0 itu,” sambungnya.

Adapun sebelumnya, Inspektorat Provinsi Sulsel pada Rabu 27 Mei 2020 yang lalu, telah merilis hasil audit konstruksi Mesjid 99 kubah yang telah dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Dari hasil audit konstruksi tersebut, ada eman kesimpulan yang dihasilkan. Pertama, ditemukan cacat pada permukaan beton seperti segregasi, dan colt join. Namun, cacat tersebut dapat diperbaiki dengan metode patching.

“Meski begitu, secara keseluruhan kualitas beton dinilai cukup baik,” kata Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Salim AR.

Kedua kata dia, ditemukan beberapa titik kebocoran atap yang menyebabkan kerusakan plafond. Ketiga, Hasil tes atas kekuatan beton, terdapat beberapa titik yang memiliki nilai yang rendah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kapasitas struktur.

Baca Juga :   Peran Perempuan dan Bonus Demografi

Keempat, pondasi memiliki kapasitas yang cukup untuk memikul beban bangunan Mesjid. Kelima, terdapat potensi penurunan jangka panjang pada sekitar lokasi tapak bangunan akibat tidak adanya perbaikan tanah untuk mempercepat penurunan sebagai akibat beban timbunan reklamasi.

Terakhir, untuk struktur lantai basement, perlu mempertimbangkan pengaruh dari proses penurunan konsolidasi yang diperkirakan kisaran 20-30 cm dalam jangka 10 tahun kedepan.

“Hasil audit konstruksi Mesjid 99 Kubah ini juga sudah dilaporkan kepada pak gubernur, bahwa secara keseluruhan kualitas beton cukup baik, sehingga siap direkomendasikan untuk dilanjutkan pembangunannya. Diperbaiki sebaik mungkin untuk menjadi Mesjid Legacy Provinsi Sulsel,” pungkas Inspektur Salim.

Peliput: Andis Nur │ Editor: Redaksi

Pos terkait