Penyaluran BST Tahap Dua Di Kabupaten Boltim Selesai Hari Ini

  • Whatsapp

Boltim – Setelah melewati berbagai macam polemik terkait dengan persoalan kecemburuan sosial antara sesama penerima, Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap dua di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akhirnya selesai pada hari ini, Sabtu (13/06/2020).

Tim penyalur BST yang tergabung dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Perseroan Terbatas (PT) Pos Cabang Kotamobagu sebelumnya telah menyalurkan Bantuan tersebut di empat Kecamatan yakni Kotabunan, Tutuyan, Nuangan dan Motongkad.

Bacaan Lainnya

Untuk Hari pertama yakni Kamis (11/06/2020) penyaluran dilakukan di Kecamatan Kotabunan dan Tutuyan, kemudian menyusul di hari kedua, Jumat (12/06/2020) kemarin, penyaluran dilakukan di Kecamatan Nuangan dan Motongkad. Semntara, Hari ini Sabtu (13/06/2020), tim penyalur BST berada di dua titik penyaluran tepatnya di kantor Kecamatan Modayag dan di Balai Desa Liberia Timur.

Dari hasil pantauan Aksaranews.com di Balai Desa Liberia Timur, suasana terlihat ramai dipadati oleh warga yang berdatangan mengantri untuk mengambil bantuan sosial tunai tersebut.

Kepala Dinas Sosial Boltim, Slamet Riyadi Umbola yang saat itu hadir di tempat penyaluran bersama dengan Pihak Kantor Pos Kotamobagu sebagai tim penyalur BST menerangkan bahwa, Tim penyalur membagi dua titik penyaluran di wilayah Kecamatan Modayag dan ada sekitar tujuh desa yang digabung dan diarahkan ke satu titik lokasi penyaluran sejak sore tadi.

“Ada dua titik penyaluran BST di kecamatan Modayag yang serentak melakukan penyaluran, disini di balai Desa Liberia Timur adalah titik pertama, dan titik kedua berada di kantor Kecamatan,” terang Umbola.

Baca Juga :   Boltim Miliki Alat Pendeteksi Gempa Generasi Terbaru, Ini Ulasannya!

Disinggung terpaut dengan kendala di lapangan, salah satu petugas Kantor Pos Cabang Kotamobagu, Mohammad Djauhari Pobela mengaku bahwa, Tim penyalur masih menemui beberapa kendala dalam proses penyaluran di lapangan.

“Yang paling banyak itu suratnya hilang, harusnya itu fatal karena di surat itu ada barcode yang harus di scan pada aplikasi yang ada pada pegawai Pos,” akunya sembari menambahkan jika kendala tersebut dapat diatasi dengan cara melakukan pengaduan ke Kantor Desa setempat dan minta supaya dikeluarkan surart keterangan hilang, baru bisa dicairkan bantuannya.

Kendati demikian, penyaluran tahap dua tahun 2020 ini kata Djauhari bisa dikatakan masih dalam situasi aman dan kondusif serta masyarakat masih mengikuti protap kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Masyarakat perlu pemahaman tentang protokol kesehatan, Sebagaimana dikatakan pak Bupati, yang tidak memakai masker jangan dilayani dan tetap jaga jaga jarak,” pungkas Pobela.

Peliput : Fichi | Editor : Redaktur

Pos terkait