Peran Perempuan dan Bonus Demografi

  • Whatsapp

Makassar – Bonus demografi yaitu mayoritas penduduk dalam suatu wilayah meruapakan penduduk usia produktif. Produkfif dalam artian, rata-rata umur yang didominasi adalah pemuda.

Bonus demografi ini wajib untuk dimanfaatkan. Namun apabila kita tidak dapat memanfaatkan penduduk usia produktif dengan sebaik mungkin, Maka bonus demografi hanyalah angan-angan semata.

Bacaan Lainnya

Apalagi kita saat ini diperhadapkan pada jaman revolusi industri 4.0.

Anak muda pun kini ditantang bukan hanya karena lulusan dari perguruan tinggi kemudian membawa selembar kertas ijazah namun tidak memiliki kemampuan soft skill, namun diharuskan untuk mampu bersaing di dunia kerja.

Kabid pppa HmI komisariat ekonomi Universitas Muslim Indonesia Makassar, A. Syahrial mengatakan, pendidikan sangatlah penting untuk menghasilkan SDM yang berkualitas sehingga dapat bersaing di era industri modern.

Pemerintah mempunyai pekerjaan rumah besar di dunia pendidikan, salah satunya yaitu orang tua pada hari ini masih sering menyepelehkan tentang pentingnya pendidikan.

“Pendidikan sangat penting bukan hanya untuk laki-laki, tetapi penting juga untuk perempuan,” kata Syahrial.

Salah satu contoh pendidikan untuk perempuan saat ini masih dianggap sebelah mata kebanyakan orang. Akibat kurangnya pendidikan dalam diri perempuan, alhasil banyak pernikahan usia dini terjadi.

Dari data Badan Pusat Statistik yang menyebut, satu dari empat anak perempuan di Indonesia, telah menikah pada umur kurang dari 18 tahun pada 2008 hingga 2015.

Sementara berdasarkan data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015, terungkap angka perkawinan dini di Indonesia peringkat kedua teratas di kawasan Asia Tenggara, sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah, sehingga jumlah itu diperkirakan naik menjadi 3 juta orang pada 2030.

Baca Juga :   Serius Tangani Covid-19, Doni Monardo Apresiasi Polda Sulsel

Terjadinya pernikahan usia dini sangat menghambat proses belajar dan juga menjadi salah satu faktor penyebab orang putus Sekolah.

Dari temuan Bappenas tahun 2008, perkawinan dini mengakibatkan anak tidak mampu mencapai pendidikan yang lebih tinggi, hanya 5,6 persen anak kawin dini yang masih melanjutkan Sekolah setelah menikah, disini di butuhkan peran pemerintah untuk mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting.

“Untuk para perempuan, jaga semangat belajar yang telah di wariskan oleh ibu kita Kartini pendidikan sangat penting mengingat saat seorang perempuan telah menjadi ibu maka ia sangat berperan penting dalam pendidikan anaknya,” terang Syahrial.

Ia menambahkan, Pendidikan sangat penting sebagai modal terhadap kaum perempuan untuk menghadapi tantangan Bonus demografi yang akan datang, karena untuk dapat bersaing di era industri modern kita perlu meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.

Penulis: A. Syahrial
Editor: Riswan Hulalata

Pos terkait