Rakor Bersama Forkopimda, Bupati Boltim Bahas 15 Topik Ini

  • Whatsapp
Suasana pelaksanan Rakor Forkopimda dan Satgas Covid-19, pada Jumat (18/09/2020) yang bertempat di Kantor Bupati Boltim.

Boltim, Aksaranews.com – Bertempat di Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada, Jumat 18 September 2020 kemarin, Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rakor yang dipimpin langsung Bupati Sehan Landjar tersebut bertujuan mengawal orises jalanya pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Hal ini menurut Bupati dua periode itu tentu perlu adanya sinergitas antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Forkopimda dalam hal pengawalan guna tercapainya pembangunan sesuai rencana, terlebih pada pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini.

Bacaan Lainnya

“Tentunya dibutuhkan sinergitas Forkompimda guna mengawal tercapainya pembangunan yang telah direncanakan, sedang dilaksanakan sesuai target, ketentuan peraturan yang telah ditetapkan, kemudian mendeteksi, mengantisipasi, memproteksi beberapa persoalan, kerawanan, gangguan dan gangguan yang timbul terutama pada pelaksanaan pilkada ditengah pandemi Covid-19,” ucap Bupati Sehan Landjar.

Adapun sejumlah topik yang dibahas dalam Rakor tersebut berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun Wartawan Media ini sebanyak 15 point antara lain;

1. Mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam upaya kewaspadaan pencegahan, pegendalian penyebaran Covid-19.

2. Terkait penegakan disiplin dan penegakan hukum pada pelaksanaan kenormalan/new normal dalam penindakan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di Bolaang Mongondow Timur.

3. Soal maraknya pertambangan tanpa izin.

4. Soal antisipasi pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah yang mengerahkan masa, konvoi yang menimbulkan kerawanan.

5. Tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, dimana peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media online/daring. Sementara, tidak semua orang tua peserta didik mampu menyiapkan fasilitas pembelajaran serta masih adanya beberapa wilayah, desa di Boltim yang belum terjangkau jaringan internet.

Baca Juga :   Bantuan Sosial Tunai di Boltim Mulai Dicairkan, Simak Jadwal per Kecamatan

6. Soal maraknya berita hoax media sosial terkait dengan perkembangan pelaksanaan pilkada yang perlu mendapat perhatian serta tindak lanjut penegakan hukum serta informasi mengenai adanya anggota masyarakat yang di curigai terpapar Covid-19, sehingga dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

7. Terkait pelaksanaan proyek jalan Mooat-Atoga, tentang adanya klaim masyarakat atas kepemilikan lahan, dimana lahan tersebut berada pada Hutan Produksi Terbatas (HPT).

8. Tentang perlunya diaktifkan kembali Pos Kamling di setiap desa di Bolaang Mongondow Timur.

9. Soal pengantisipasian kekurangan tenaga medis dalam menanggulangi perkembangan Covid-19, terutama edukasi terhadap penanggulangannya.

10. Tentang maraknya perambahan hutan ilegal loging yang berdampak pada kerawanan yang menimbulkan bencana alam di Boltim.

11. Terkait ke siap-siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim di Boltim.

12. Tentang masih adanya nelayan yang menggunakan bahan peledak Bom dalam penangkapan ikan yang dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem laut.

13. Mengenai adanya keluhan dari petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi sehingga memperngaruhi produksi hasil pertanian di Kabupaten Boltim.

14. Soal maraknya penggunaan miras dan zat adektif atau narkoba oleh generasi muda di Boltim.

15. Tentang pengantisipasian terkait isu isu negatif yang mengatasnamakan suku agama dan ras dalam menghadapi Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Apa yang telah dibahas, tambah Bupati Sehan Landjar, perlu disepakati bersama untuk kemudian ditindaklanjuti oleh stakeholder dan pihak terkait.

Dari hasil pantauan Madia ini, turut hadir dalam pelaksanaan Rakor diantaranya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Boltim, unsur Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boltim, Dandim Bolaang Mongondow (Bolmong) yang di wakili Perwira Penghubung, Para Asisten Sekretariat Daerah (Setda) Boltim, Staf Khusus Bupati Bidang Hukum, dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta para Camat. (*/Red)

Baca Juga :   Capai 95,94 Persen, Boltim Tertinggi di Sulut Partisipasi Pemilih Pilkada 2020

Tim Redaksi

Pos terkait