Saat Reses, Guru di SMP Ini Keluhkan Pagar Sekolah ke Anggota DPRD Boltim

  • Whatsapp

AKSARA, Boltim – Salah satu guru sekolah menengah pertama (SMP) negeri 1 Tutuyan, mengeluhkan pagar sekolah yang selama ini hanya berdinding seng bahkan tak pernah diperbaiki oleh pihak Dinas Pendidikan Boltim.

SMP Negeri 1 Tutuyan yang beralamatkan Desa Tombolikat Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini merupakan SMP tertua di Kabupaten Boltim bahkan sebelum dimekarkan menjadi Kabupaten.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaan Reses yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim dalam masa sidang kedua Daerah Pemilihan I (Dapil) di Boltim, anggota yang juga wakil ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir mendapat banyak keluhan warga.

Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tombolikat Selatan, Jumat (17/07/2020) Fatmah Mokodompit Guru SMP N 1 Tutuyan meminta kepada Muhammad Jabir agar membawa aspirasinya kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti instansi terkait.

“di Sekolah Kami itu Pak, sudah berap kali diusulkan tentang pembuatan pagar ke Dinas Pendidikan, dan sampai sekarang belum tersentuh usulan kami untuk membuatkan pagar,” ujar Fatmah Mokodompit.

Fatmah menceritakan, pagar sekolah yang ada saat ini dibangun hanya merupakan swadaya atau uluran tangan dari para wali murid, padahal SMP Negeri 1 Tutuyan direncanakan bakal dijadikan sekolah model percontohan.

Tak hanya itu kata Fatmah, belum diperbaikinya pagar sekolah, saat ini pagar yang hanya menggunakan seng bekas tersebut sudah akan digusur oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk peningkatan jalan pantai desa Tombolikat.

“Jadi tolong jangan dulu digusur dengan bulldozer, buatkan dulu pagar penggantinya itu dan kemudian baru digusur,” keluh Fatmah kepada sekretaris DPD Partai Nasdem Boltim ini.

Baca Juga :   Terendus Ada Kecurangan, Bupati Pantau Langsung Penyaluran Bahan Pokok

Mendengar keluhan seorang Guru ini, Muhammad Jabir menyampaikan, kedepannya akan ada program untuk sekolah, termasuk SMP N I tutuyan, dimana program tersebut yakni pembangunan jamban, sanitasi dan pembangunan pagar.

“Untuk kedepannya SMP N I tutuyan, akan ada program yang bernilai Rp100 juta lebih untuk SMP I, II dan III Tutuyan, jadi mana yang perlu dibahas terlebih dahulu, jamban, senitasi atau pagar,” pungkas Muhammad Jabir.

Pewarta: Fichi | Editor: Redaksi

Pos terkait