Satu Kantong Jenazah Tiba di RS Kramat Jati, Ini Syarat Pengambilannya

  • Whatsapp

Jakarta, aksaranews.com — Rumah sakit Polri Kramat Jati telah menerima satu kantong jenazah berisi potongan tubuh yang diduga korban pesawat Sriwijaya SJ182.

Agar dapat mengenali setiap potongan tubuh tersebut, Tim DVI Polri akan mencocokkan dengan DNA pelengkap lain dari keluarga korban Sriwijaya SJ182.

Bacaan Lainnya

Petugas DVI (disaster victim identification) sendiri akan menggunakan data dan sample DNA dari keluarga korban untuk mengenali identitas dari potongan tubuh yang telah ditemukan petugas gabungan dari berbagai unsur yang melakukan pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182.

Menurut Komandan DVI RS Polri, Kombes Pol Hery Wijatmoko menjelaskan kantong jenazah yang telah diterima RS Polri berisi bagian tubuh manusia. Seluruh bagian tubuh tersebut akan didata dan disimpan untuk selanjutkan dilakukan pemeriksaan.

“Kami telah menerima satu kantong jenazah yang berisi potongan-potongan tubuh manusia (Body Part) dan seluruh bagian tubuh tersebut akan disimpan kemudian akan dilakukan pemeriksaan”, terang Wijatmoko.

Lebih lanjut, Hery menjelaskan tim DVI tetap membutuhkan bantuan dari keluarga korban guna kepentingan pemeriksaan dari setiap potongan tubuh korban. Hal tersebut untuk memastikan setiap potongan korban bisa sesuai dengan data dari keluarga korban.

Untuk mengambil jenazah korban pesawat Sriwijaya SJ182, menurut Hery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh keluarga korban diantaranya, kelengkapan data-data primer dan sekunder yang dibutuhkan tim DVI RS Polri. Data tersebut diantaranya sidik jari korban, catatan medis korban yang mencakup, pemeriksaan gigi dan lain-lain, foto korban yang menampakkan ciri khusus,serta catatan barang kepemilikan korban hingga sampel DNA.

Baca Juga :   Gerakan Sejuta Masker Polresta Manado, GSVL: Ini Sangat Membantu Memutus Mata Rantai Covid-19 di Manado

“Mohon bantuannya teman-teman media untuk tetap sosialisasikan apa-apa saja yang diperlukan pada saat keluarga mendatangi posko ante mortem dan apa saja yang sebaiknya disampaikan supaya nanti kami data ante mortem-nya selengkap mungkin,” ucap Hery.

Pentingnya DNA dari keluarga inti
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri membutuhkan DNA dari keluarga inti korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 untuk pencocokan terhadap bagian tubuh yang berhasil dievakuasi.

“Untuk bisa mencocokkan yang mana korban dan yang mana keluarga harus ada pembanding. Pembadingnya adalah orang yang terdekat, yang satu garis lurus, misalnya bapak atau ibunya dengan anaknya atau kakak beradik. Kalau suami atau istri tidak bisa karena bukan sedarah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Posko Sriwijaya Air, Jakarta International Container Terminal (JICT) II.

Ditambahkan Yusri pihaknya sudah menyiapkan posko di RS Polri Kramatjati untuk melakukan pengambilan DNA dari keluarga inti korban sebagai langkah identifikasi dan pencocokan.

Namun ada kendala yang dihadapi tim RS Polri dikarenakan keluarga inti dari korban yang belum bisa hadir.
Petugas posko pun mencatat ada perwakilan dari 12 keluarga korban yang datang ke posko di RS Polri Kramat Jati, namun tidak ada satu pun yang merupakan keluarga inti sehingga tidak bisa melakukan pencocokan DNA.

“Dari 12 ini yang datang ini, hanya pamannya, keponakannya, tetangga, tapi kami sudah sampaikan supaya yang datang ini adalah orang yang segaris lurus, misalnya, orang tua, anak, atau kakak beradik,” pungkasnya. (*)

 

Pewarta: Charly | Editor: Redaksi

Pos terkait