Semacam Oligarki

  • Whatsapp

Barangkali diantara pembaca pernah mendengar istilah “Keluarga Kerajaan Amerika”. Julukan yang merujuk kepada sebuah keluarga besar keturunan dari seorang pengusaha, investor sekaligus duta, Joseph Patrick Kennedy, Sr. dan Rose Elizabeth Fitzgerald yang berdarah Irlandia–Amerika.

Keterlibatan keluarga Kennedy secara aktif dalam dunia politik terutama di Partai Demokrat berhasil menghantarkan putra keduanya, John Fitzgerald Kennedy (JFK) atau Jack menduduki jabatan tertinggi di Amerika Serikat pada November 1960.

Bacaan Lainnya

JFK kemudian mengajak adik laki – lakinya, Robert Francis Kennedy untuk menjadi Jaksa Agung dalam pemerintahannya.

Menyusul kemudian, Edward Moore Kennedy yang tak lain merupakan adik bungsu dari Presiden JFK, juga diberi tawaran untuk menjadi senator di Negara Bagian Amerika Serikat Massachusetts pada 1962.

Keluarga Kennedy memang selalu menempati jabatan–jabatan penting di Pemerintahan federal.

Terhitung dari tahun 1947 saat Jack masih sebagai anggota Kongres sampai pada 2011 ketika pensiun dari Kongres, anggota klan Kennedy selalu menempati jabatan politik di Washington, D.C, bahkan menurut Wikipedia.org sebagai sumber referensi tulisan ini menyatakan bahwa, Seperempat dari sejarah Negara Amerika Serikat tak terlepas dari peran aktif keluarga Kennedy dalam politik dan pemerintahan.

Tak jauh beda dengan klan Kennedy, keterlibatan keluarga Bush dalam politik dan pemerintahan Amerika Serikat juga patut diperhitungan. Bahkan oleh Peter Schweizer menyebut, keluarga Bush sebagai Dinasti politik tersukses sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Tercatat dua orang anggota keluarga Bush pernah menjadi Presiden di Negeri Paman Sam itu. Keduanya merupakan satu rumpun keluarga Ayah dan Anak. George Herbert Walker Bush adalah Presiden Amerika Serikat ke-41 yang tak lain Ayah dari George Walker Bush yang juga menjadi Presiden Amerika Serikat ke-43.

Beberapa anggota klan Bush lainnya juga menduduki jabatan penting baik dalam politik maupun pemerintahan, seperti John Ellis Bush yang merupakan adik dari Presiden A.S. ke-43 ini, adalah seorang anggota Partai Republik sekaligus Gubernur Florida ke-43 saat ini, dan Prescott Sheldon Bush yang merupakan seorang Senator Amerika Serikat dari Negara bagian Connecticut dan bankir Wall Street ternama bagian dari Brown Brothers Harriman (BBH) ini adalah Ayah dari Presiden A.S. ke-41 George H. W. Bush, kakek dari Presiden A.S. ke-43, George W. Bush dan Gubernur Arkansas Florida ke-43 John E. Bush.

Dibelahan Negara lain, Kanada, tersebut seorang Politikus yang memimpin Partai Liberal sekaligus sebagai Perdana Menteri Kanada ke-15, Joseph Philippe Pierre Yves Elliott Trudeau. Namanya kini diabadikan sebagai nama bandara di Montreal.

Perdana Menteri ke-15 itu, merupakan ayah dari Justin Pierre James Trudeau yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Kanada sampai dengan saat ini.

Kennedy Family, Bush, dan Tredeau hanya contoh dari ribuan bahkan jutaan keluarga yang dengan kontribusi, pengaruh, koneksi, dan dukungan yang diberikan mampu mengangkat nama keluarganya hingga tak jarang dijadikan sebagai ikon di beberapa tempat.

Bahwa mereka dengan mudah mendapat kedudukan dari atasan dan kepercayaan publik, mungkin begitulah cara kerja kekuasaan yang ditopang dengan finansial dan keterlibatan secara terus – menerus dalam dunia politik dan pemerintahan.

Di Indonesia, kekuasaan yang turut melibatkan segelintir anggota keluarga ini sebenarnya sudah merentang sepanjang peradaban manusia, bahkan jauh sebelum Indonesia (benar–benar) merdeka.

Sekadar referensi untuk membuat pembaca mudah mengingat perjalanan sistem pemerintahan zaman hitam putih, kami akan coba mengulas secara singkat beberapa keluaraga di Negeri ini yang menurut saya berhasil menjalankan pemerintahan dengan gaya semacam oligarki.

Keluarga Soekarno. Keluarga ini telah menghasilkan dua Presiden sepanjang sejarah Indonesia, yakni Soekarno sebagai Presiden pertama Indonesia yang memerintah selama 22 tahun pada periode 1945 – 1967 dan menyusul Putrinya, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden kelima Indonesia yang pemerintahannya hanya berlangsung selama 3 tahun pada periode 2001 – 2004.

Namun begitu, sejumlah jabatan penting dalam politik dan pemerintahan, masih diduduki beberapa anggota keluarga Soekarno. Diantaranya, jabatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009 – 2013 dijabat oleh Taufik Kiemas, yang tak lain adalah suami dari Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 sekaligus Presiden wanita pertama sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, Jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Periode 2019-2024, diduduki oleh salah satu anggota keluarga Soekarno, yakni Puan Maharani Nakshatra Kusyala atau dikenal sebagai Puan Maharani, yang tak lain adalah cucu dari Presiden pertama RI, Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Jabatan tersebut menjadikan ia sebagai Ketua DPR RI ke-19 sekaligus Ketua DPR RI perempuan pertama sepanjang sejarah Indonesia. Puan Maharani juga pernah penjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Periode 2014 – 2019.

Tak hanya itu, dua anggota keluarga Soekarno lainnya juga berhasil menduduki jabatan penting dalam politik dan pemerintahan. Antara lain, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra dan Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau dikenal dengan Puti Guntur Soekarno.

Keduanya menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2019 – 2024, dimana, Guruh Soekarnoputra merupakan anak bungsu dari Presiden pertama RI, Soekarno dan adik kandung dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Serta Puti Guntur Soekarno yang tak lain adalah Cucu dari Presiden pertama RI, Soekarno, Putri tunggal Guntur Soekarno, dan keponakan dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Selanjutnya, keluarga Soeharto atau lebih popular dikenal dengan keluarga cendana.

Tak sedikit anggota dari keluarga cendana ini menjadi pejabat Negara. Mulai dari anak, cucu, menantu, keponakan bahkan besan pun terlibat (atau sengaja dilibatkan) dalam politik dan pemerintahan.

Selain itu, tak sedikit pula anggota dari klan cendana menduduki jabatan–jabatan penting dalam pemerintahan.

Dimulai dengan Soeharto menjabat sebagai Presiden RI ke-2 menggantikan Soekarno, dimana masa jabatannya berlangsung selama 31 tahun pada periode 1967 – 1998.

Di era Pemerintahan Soeharto ini, tersebut seorang Ekonom Indonesia yang terkenal bernama, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, diangkat menjabat sebagai Menteri Keuangan RI. Soemitro Djojohadikoesoemo ini, merupakan ayah dari Mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto yang tak lain adalah menantu Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Menyusul kemudian tercatat nama dari anggota klan Cendana, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut diangkat menjabat sebagai Menteri Sosial RI, yang tak lain merupakan putri dari Presiden RI ke-2, Soeharto.

Di masa pemerintahan Soeharto, beberapa anggota klan Cendana juga menjabat sebagai Anggota DPR RI, antara lain, Siti Hediati Hariyadi dan Hutomo Mandala Putra yang tak lain adalah anak–anak Presiden RI ke-2, dan Aryo Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, serta Budi Djiwandono yang merupakan keponakan – keponakan dari Prabowo Subianto, seorang menantu Presiden RI ke-2, Soeharto.

Meski pemerintahan Soeharto banyak diwarnai dengan berbagai hal kontroversi sehingga sering disebut sebagai diktator (bagi yang berseberangan dengannya), namun keterlibatan dan perannya dalam meletakkan pondasi pembangunan di Indonesia pada masa kekuasaannya patut di perhitungkan.

Penulis: Sudirta Lasabuda