Vaksin Astra Zeneca dihentikan sementara, ini penjelasan Pemprov Sulut

  • Whatsapp
Vaksin Astra Zeneca dihentikan sementara, ini penjelasan Pemprov Sulut
Surat edaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengenai penghentian Vaksin jenis Astra Zeneca

Manado, aksaranews.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menghentikan sementara pelayanan vaksinasi Covid-19 di wilayah kota Manado dan kota Bitung dengan jenis vaksin Astra Zeneca.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan Dinas Keaehatan (Dinkes) Sulut, pelayanan jenis vaksin tersebut dihentikan sementara sambil menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari kementerian kesehatan dan WHO to representative Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Terkait surat resmi yang kami kirim tanggal 26 Maret 2021 perihal laporan KIPI (rata-rata keluhan sasaran demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas),” tulis surat yang ditandatangani Kadis Kesehatan Provinsi dokter Debie Kalalo, Msc, PH.

Terkait surat tersebut, juru bicara Covid-19 Pemprov Sulut dokter Steaven Dandel saat dikonfirmasi jurnalis aksaranews.com membenarkan terkait penghentian sementara pelayanan vaksin Astra Zeneca.

“Betul ada kebijakan untuk tidak melanjutkan dulu layanan vaksinasi dosis pertama Astra Zeneca, selama 2-3 hari saja, mengingat laporan gejala ringan yang masuk dan sudah ditindaklanjuti secara personal sampai teratasi gejalanya, tetap perlu dilaporkan sampai pusat dan komnas pp-KIPI,” ucap Dandel via whatsApp, Sabtu (27/03/2021).

Lebih lanjut kata Dandel, penghentian sementara untuk dosis pertama Astra Zeneca ini sudah melalui kesepakatan hingga menunggu ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Proses ini yang memerlukan waktu hingga disepakati pelayanan dosis pertama Astra Zeneca untuk sementara ditunda dulu, akan dilanjutkan lagi bila sudah ada feedback dari pusat,” ucap Dandel.

Dandel juga meminta masyarakat untuk menunggu tindaklanjut mengenai vaksin Astra Zeneca dan mempersiapkan psikologis masyarakat ketika vaksinasi ini akan berlanjut.

Adapun hasil klarifikasi Pemerintah Provinsi Sulut melalui jubir Covid-19 dr. Steaven Dandel sebagai berikut:

  1. Pengehentian vaksinasi dengan vaksin Astrazeneca (AZ) sifatnya sementara.
  2. Hal ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian/precaution.
  3. Langkah hati hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebesar 5 sampai dengan 10 persen dari total yang divaksin AZ.
  4. KIPI ini hadir dalam bentuk gejala Demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah.
  5. Dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AZ, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek simpang (adverse effect) dari vaksin AZ yang sifatnya sangat  sering terjadi (Very Common artinya 1 diantara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 diantara 10 s/d 1 diantara 100).
  6. Kami perlu mempersiapkan komunikasi resiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
  7. Komunikasi resiko yg diambil, langkah pertamanya didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes dan WHO, sebelum dilakukan media release.
  8. Langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuiakan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yg targetnya adalah unit usaha atau institusi. Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yg terdampak KIPI.
Pewarta: Dimas | Editor: Redaksi

Pos terkait